Langsung ke konten utama

Pesona Bukit Matang Kaladan #WISATA01

   So, tepatnya hari ini saya pergi ke salah satu wisata yang ada di Kalimantan Selatan. Lokasi nya adalah di Bukit Matang Kaladan tepatnya di Desa Tiwingan Lama Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Tempat ini menjadi objek wisata yang saat ini booming karena memiliki pesona yang cukup indah. Pemandangan perbukitan serta waduk Riam Kanan menjadikan tempat ini dijadikan sebagai spot foto dengan latar belakang yang indah bagi para pecinta fotografi maupun tukang selfi :)...
Gambar 1. View dari puncak Bukit Matang Kaladan
(Camera: Redmi 4 X / No Edit )
   Berbicara soal perjalanan, tentunya tidak mudah melainkan penuh dengan perjuangan. Namun perjuangan itu pun pastinya akan terbayar dengan suguhan pemandangan yang dapat memanjakan mata anda. Perjalanan dari Banjarbaru menuju lokasi wisata ini kurang lebih memakan waktu 49 menit dengan jarak tempuh sekitar 27 Km kalo kata Google Maps. Kala itu saya bersama teman saya pergi dari jam 8 pagi dan singgah di jalan untuk sarapan selama beberapa menit, karena sarapan itu penting. Apalagi kami harus menyiapkan tenaga yang besar untuk melakukan perjalanan hingga ke puncak bukit. Jujur ini adalah pengalaman pertama saya untuk mendaki bukit.
   Setelah mengisi perut, perjalan kami mulai pukul 08.26. Kala itu masih musim hujan dan malamnya sebelum kami pergi terjadi hujan. Untungnya pagi saat kami melakukan perjalan tidak turun hujan. Hanya berawan dan mendung saja. Namun, tetap saja kondisi jalan menuju bukit masih licin. 
    Kami tiba di lokasi awal sekitar pukul 10 pagi. Saat tiba, kami langsung memarkir kendaraan di areal parkir yang telah disediakan warga. Penjaga parkir cukup ramah, sehingga kalian tak perlu sungkan untuk bertanya jalan menuju lokasi yang ingin anda tuju. Di daerah tersebut ada beberapa wisata yang dapat anda tuju seperti, Bukit Batas, Pulau Pinus 1 dan Pulau Pinus 2, atau hanya berkeliling menyusuri Waduk Riam Kanan. Jika ingin pergi ke Bukit Batas atau Hutan Pinus, kalian harus menyebrang menggunakan klotok. Biaya klotok yang harus anda keluarkan jika ingin ke Bukit Batas sekitar Rp 400.000,- sedangkan untuk ke Pulau Pinus biaya yang harus anda siapkan kurang lebih Rp 100.000,- untuk menyewa klotok. Saya sudah pernah mengelilingi waduk Riam Kanan dan juga mengunjungi Pulau Pinus 2. Oleh karena itu, kesempatan kali ini tempat yang saya tuju adalah Bukit Matang Kaladan. Untuk menuju bukit tersebut anda tidak perlu menyewa klotok untuk menyebrang. Jalur menuju bukit ada 2, yakni jalur yang lebih dekat dan jalur yang lebih jauh. Tentunya, setiap jalur memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Untuk jalur yang lebih dekat sangat tidak disarankan bagi anda yang tidak memiliki jiwa pendaki. Karena jalur ini memiliki kemiringan sekitar 60 derajat. Jalur ini dapat dilaui sekitar 30 atau 45 menit. Tak disarankan untuk melewati jalur ini ketika musim hujan, karena sudah pasti jalanan licin dan berbahaya. Untuk jalur kedua, kondisi jalan tidak securam jalur pertama. Hanya saja jalur ini lebih jauh, sehingga anda harus memakan waktu sekitar 1 jam berjalan kaki untuk sampai ke atas puncak. Namun, bisa anda tempuh sekitar 15 menit dengan menggunakan ojek. Anda bisa menggunakan jasa ojek dengan membayar tarif sebesar Rp. 20.000,- untuk sekali jalan. 
    Saat itu, kami mencoba untuk berjalan saja menggunakan jalur pertama. Namun, kami tidak menemukan petunjuk arah saat ingin menuju bukit. Sehingga, anda harus patuh pada peribahasa "Malu bertanya, sesat di jalan". Jadi, anda harus banyak bertanya pada warga sekitar. Kami pun akhirnya tiba di salah satu tempat dimana kami harus membayar karcis untuk memasuki jalur pertama. Tarif masuk nya adalah Rp. 3.000,- untuk satu orang. Nama anda juga akan dicatat pada buku pembelian karcis sebagai data pengunjung. Hasil dari penjualan karcis tersebut dijadikan sebagai Pendapatan Asli Desa Tiwingan Lama. Perlu anda ketahui, tidak ada loket ataupun sejenis pos tempat penjuaan karcis sebagaimana tempat objek wisata lain. Melainkan hanya rumah warga dengan warung kecil yang dijadikan sebagai pos pertama untuk menjual karcis. 
     Setelah membeli karcis, kami pun mengikuti jalanan yang ada. Dan benar sekali jalanan begitu curam dan sangat licin. Sangat disarankan untuk menggunakan alas kaki yang tepat seperti sendal gunung atau pun sepatu gunung. Di tengah perjalan anda akan menemukan pos peristirahatan. Jangan lanjutkan perjalanan anda, jika terasa masih sangat lelah. Jika anda beristirahat sambil makan atau sebagainya buanglah sampah anda pada tempat yang telah disediakan. Karena saya melihat banyak sekali sampah yang berhamburan mulai dari jalur menuju puncak hingga pos peristirahatan. Sebaiknya apabila tidak ada tempat sampah, bawalah sampah anda di tas anda atau kantong hingga anda menemukan tempat sampah. Sangat disayangkan apabila anda membuang sampah sembarangan. 
    Setelah pos peristirahatan tersebut, jalan menuju puncak dibuat seperti anak tangga yang dibuat dari ban bekas. Ada pula tali tambang yang akan membantu anda untuk menaiki bukit. Saat menaiki anak tangga tersebut anda sudah bisa menyaksikan keindahan waduk Riam Kanan. 
Gambar 2. Waduk Riam Kanan dari Jalur Pertama
    Sesampainya anda di atas bukit, pemandangan jauh lebih indah lagi. Anda dapat menyaksikan beberapa bukit dari puncak Bukit Matang Keladan.
Gambar 3. Pemandangan dari puncak Bukit Matang Keladan
    Ada beberapa wahana atau lebih tepatnya spot berfoto yang telah disediakan. Diantaranya adalah Spot Jembatan, Rumah Perahu, Perahu Layar, Rumah Marsupilami, Pondok dan Rumah Pohon.Setiap wahana  masing2 memiliki tarif Rp 5.000,- dengan waktu yang diberikan sekitar 5 menit. Jika antrian tidak panjang atau tidak ada antrian anda bebas berfoto sampai ditegur penjaga.. :'(... Dan jika anda tidak membawa tongsis anda bisa meminta bantuan pada penjaga. Hasil fotonya, yaa lumayan sih masih bisa di edit. Saat itu kami diberi harga diskon oleh penjaga, yakni Rp. 10.000,- untuk 3 wahana (Perahu Layar, Rumah Marsupilami dan Rumah Pohon) dan gratis untuk wahana Pondok. Kalau hari biasa anda harus membayar sekitar Rp. 20.000,- untuk 4 wahana tersebut.
Gambar 4. Foto dari dalam pondok

Gambar 5. Foto dari atas pohon
Gambar 6. Rumah Pondok

Gambar 7. Wahana Perahu Layar (Hasil Foto Penjaga Wahana)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

LANEIGE : Special Care (Water Sleeping Mask) #REVIEWSC01

Okeyy.. sesuai judulnya nih.. Aku bakal review tentang skincare yang lagi booming ini nih. Jadi yang aku pakai ini adalah Water Sleeping Mask  dari LANEIGE. Tapi aku sih cuman nyoba yang kemasan sample nya aja.. Jadi, aku beli skincare ini dari teman aku. Harganya itu Rp 10.000/pcs untuk kemasan sample nya.  Dan aku gak tau sih kemasan sample nya ini berapa mg yang jelas kata teman aku yang jual bisa dipakai sampai 3 kali. Kurang lebih kemasannya seperti gambar dibawah. Gambar 1. Kemasan sample LANEIGE: Water Sleeping Mask Yahh,, isinya emang gak banyak.. Namanya juga buat sample doang kan. Gambar 2. Water Sleeping Mask Kurang lebih penampakan isinya seperti di Gambar 2. Jadi dia semcam lotion gitu. Nah, bedanya sama masker biasa dia gak perlu dibilas lagi jadi bisa langsung dipake sambil tidur. Teksturnya juga ringan. Kalo aku pribadi sih dengan kondisi kulit wajah yang normal berminyak (alias gak kering) kurang cocok dengan produk ini. Karena ketika diusapkan k...

FILM: Who Am I? #REVIEWFILM01

Well,, aku pengen nge re-view secara singkat nih tentang film yang judulnya 'Who Am I: No System Safe'. Film ini di rilis sekitar 2014 lalu yang disutradarai oleh Baran Ob Odar dan berdasarkan hasil searching film ini terinspirasi oleh kisah nyata yang terjadi di Jerman dan Eropa. Pokoknya nih film recommended banget deh.. Film ini bercerita tentang seorang pria bernama Benjamin yang diperankan oleh (Tom Schilling) yang bisa dibilang memiliki kemampuan yang hebat di bidang ilmu komputer. Namun, ia tidak memiliki teman seperti remaja pada umumnya. Ben dikenal sebagai orang yang memiliki kepribadian yang tertutup, hingga Ia pun tak memiliki keberanian untuk berinteraksi dengan seorang wanita bernama Marie (Hannah Herzsprung) yang disukainya sejak lama. Namun, akhirnya Ben bertemu dengan 3 orang pria Max (Elyas M'barek), Stephan (Wotan Wilke Mohring) dan Paul (Antoine Monot Jr.). Semenjak saat itu, kehidupan Ben pun berubah. Mereka bertiga dikenal sebagai hacker han...